Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Ketika Awan Mendung

Ketika Awan Mendung...
Ketika awan mendung dan pelangi tak kunjung datang
ketika awan mendung dan hujan pun menyusul untuk menyampaikan pesan dari sang awan
ketika awan mendung dan langit menjadi gelap
ketika awan mendung dan matahari bersembunyi dibaliknya

ketika awan mendung dan tak seorang pun tahu
ketika awan mendung kemudian anak kecil menangis di sudut ruangan
ketika awan mendung dan suasana menjadi sepi
ketika awan mendung...

Sabtu, 09 April 2011

Dimanakah Aku?



Dimanakah Aku?

Di tempat ini

Aku menggoreskan pena, menuangkan tinta

Menyampaikan rasa, menatap dunia

Aku mengharapkan mampu

Mampu untuk menjadi sebuah buku

Dengan halamanku yang tebal dan tipis

Sebagai penepis dunia yang miris

Namun, aku terhanyut

Terhanyut dalam dunia yang kusut

Tanpa sanggup untuk menjadi penyejuk

Yang menyejukkan jiwa-jiwa yang terantuk

Kemudian, aku tersadar

Telah terbentuk sesuatu di hadapanku

Terbentuk sebuah pemandangan baru

Pemandangan yang menorehkan kisah padaku

Dengan danau dikala hujan mengguyur

Dengan kegersangan dikala musim kemarau bersambut

Dengan bunyi keras dari TOA dikala musim akrobat di jalan

Dengan hujan batu, busur panah, api dan balok yang saling bertegur sapa

Lalu…

Aku kembali memalingkan wajah

Berharap mendapat sebuah jawaban

Atas pertanyaan yang mulai terngiang di kepalaku

Dimanakah aku?

Apakah memang di sini tempatku?

Apakah aku yang bodoh menggunakannya?

Atau mungkin tempat ini memang hanya untuk mereka?

Aku mencoba bertanya pada rumput yang bergoyang

Namun aku hanya menemukan dedaunan kering

Aku mencoba bertanya kepada waktu

Namun waktu terlalu sibuk untuk menjawab pertanyaanku

Akhirnya…

Aku hanya sanggup menghelakan nafas

Menatap awan yang terus berarak

Dan mendengarkan nyanyian tanya yang tak henti menyapa

Created By:

Utari Dwi Sartika

Psikologi 2008

Kamis, 31 Maret 2011

Perahu Kertas


Terbawa oleh arus air yang jernih...
Bening...
Tenang...
Dalam sunyi dan juga diam...

Aku hanya bisa terus mengikuti...
Tanpa mampu memberikan sebuah jalan..
Tanpa mampu menunjukkan jalan..
Tanpa mampu untuk berjalan...

Aku hanya mengambang...
Tanpa arah...
Menunggu angin bertiup..
Menunggu arus mengalir...

Aku berlayar tanpa seorang nahkoda...
Aku berlayar tanpa ada awak kapal...
Bahkan aku berlayar tanpa ada layar yang terkembang...

Karena aku akan terus beradu...
Beradu bersama dengan arus...
Deras, mungkin juga tenang..

Karena aku...
Hanya sebuah perahu...
Perahu Kertas...


created by:
Tharie DS

Jumat, 14 Januari 2011

Teman


teman
saat pertama aku mengenalmu
kamu masih seperti yang sebelumnya
dan kamu masih tetap aku anggap teman

teman
saat kita saling berbincang,
banyak hal yang sering kita bagi tentang kisah kita
namun kamu masih tetap aku anggap teman

teman
saat kamu merasa sedih karena kehidupanmu
aku mendengarkan semuanya dengan penuh empati dan rasa haru ku
tapi tetap saja kamu tetap aku anggap teman

teman
saat kamu menyatakan perasaanmu pada orang lain yang kamu cintai
aku merasa senang akan kebahagiaanmu
dan kamu tetap aku anggap teman

teman
saat kamu tersenyum bahagia
akupun ikut menikmati kebahagiaan yang tercurah dari meronanya wajahmu
saat itupun kamu masih tetap aku anggap teman

teman
saat kamu mulai pergi dan menghilang dari kehidupanku
terasa seakan dunia menjadi lebih luas tanpa jangkauan
menghilangkan semangat, keceriaan, kebahagian, dan membuat semuanya menjadi beku.

kenapa dirimu harus menghilang
kenapa dirimu harus jauh

setelah kehilangan itu
aku tiba-tiba tersadar dari tidur yang begitu panjang
dari kehidupan yang begitu maya
dari tingkat unconscious menuju ke tingkat counscious

menyadari bahwa selama ini aku memendam perasaan itu
perasaan bahwa aku mencintaimu...

Kamis, 13 Januari 2011

I Remember


aku mengingatnya kembali...
mengingat kata dan kalimat yang melantun indah dari bibirnya...

aku mengingat kembali....
mengingat tatapan mata yang semakin lama semakin indah memainkan putaran bola matanya...


aku mengingat kembali....
mengingat candaan tawa yang tak henti membuat dunia bahagia...

aku mengingat kembali...
mengingat hari-hari yang terlalu suram jika tidak terlewati bersamanya...

aku mengingat kembali...
mengingat dirinya hanya dengan mendengar langkah kakinya atau hanya dengan melihat punggungnya...

aku mengingat kembali...
mengingat bahwa ternyata dirinya bukan seseorang yang harus aku ingat segala sesuatu tentangnya...