Rabu, 21 Maret 2012
Ketika Awan Mendung
Sabtu, 09 April 2011
Dimanakah Aku?

Dimanakah Aku?
Di tempat ini
Aku menggoreskan pena, menuangkan tinta
Menyampaikan rasa, menatap dunia
Aku mengharapkan mampu
Mampu untuk menjadi sebuah buku
Dengan halamanku yang tebal dan tipis
Sebagai penepis dunia yang miris
Namun, aku terhanyut
Terhanyut dalam dunia yang kusut
Tanpa sanggup untuk menjadi penyejuk
Yang menyejukkan jiwa-jiwa yang terantuk
Kemudian, aku tersadar
Telah terbentuk sesuatu di hadapanku
Terbentuk sebuah pemandangan baru
Pemandangan yang menorehkan kisah padaku
Dengan danau dikala hujan mengguyur
Dengan kegersangan dikala musim kemarau bersambut
Dengan bunyi keras dari TOA dikala musim akrobat di jalan
Dengan hujan batu, busur panah, api dan balok yang saling bertegur sapa
Lalu…
Aku kembali memalingkan wajah
Berharap mendapat sebuah jawaban
Atas pertanyaan yang mulai terngiang di kepalaku
Dimanakah aku?
Apakah memang di sini tempatku?
Apakah aku yang bodoh menggunakannya?
Atau mungkin tempat ini memang hanya untuk mereka?
Aku mencoba bertanya pada rumput yang bergoyang
Namun aku hanya menemukan dedaunan kering
Aku mencoba bertanya kepada waktu
Namun waktu terlalu sibuk untuk menjawab pertanyaanku
Akhirnya…
Aku hanya sanggup menghelakan nafas
Menatap awan yang terus berarak
Dan mendengarkan nyanyian tanya yang tak henti menyapa
Created By:
Utari Dwi Sartika
Psikologi 2008
Kamis, 31 Maret 2011
Perahu Kertas

Terbawa oleh arus air yang jernih...
Jumat, 14 Januari 2011
Teman

teman
saat pertama aku mengenalmu
kamu masih seperti yang sebelumnya
dan kamu masih tetap aku anggap teman
teman
saat kita saling berbincang,
banyak hal yang sering kita bagi tentang kisah kita
namun kamu masih tetap aku anggap teman
teman
saat kamu merasa sedih karena kehidupanmu
aku mendengarkan semuanya dengan penuh empati dan rasa haru ku
tapi tetap saja kamu tetap aku anggap teman
teman
saat kamu menyatakan perasaanmu pada orang lain yang kamu cintai
aku merasa senang akan kebahagiaanmu
dan kamu tetap aku anggap teman
teman
saat kamu tersenyum bahagia
akupun ikut menikmati kebahagiaan yang tercurah dari meronanya wajahmu
saat itupun kamu masih tetap aku anggap teman
teman
saat kamu mulai pergi dan menghilang dari kehidupanku
terasa seakan dunia menjadi lebih luas tanpa jangkauan
menghilangkan semangat, keceriaan, kebahagian, dan membuat semuanya menjadi beku.
kenapa dirimu harus menghilang
kenapa dirimu harus jauh
setelah kehilangan itu
aku tiba-tiba tersadar dari tidur yang begitu panjang
dari kehidupan yang begitu maya
dari tingkat unconscious menuju ke tingkat counscious
menyadari bahwa selama ini aku memendam perasaan itu
perasaan bahwa aku mencintaimu...
Kamis, 13 Januari 2011
I Remember

aku mengingatnya kembali...
mengingat kata dan kalimat yang melantun indah dari bibirnya...
aku mengingat kembali....
mengingat tatapan mata yang semakin lama semakin indah memainkan putaran bola matanya...


aku mengingat kembali....
mengingat candaan tawa yang tak henti membuat dunia bahagia...
aku mengingat kembali...
mengingat hari-hari yang terlalu suram jika tidak terlewati bersamanya...
aku mengingat kembali...
mengingat dirinya hanya dengan mendengar langkah kakinya atau hanya dengan melihat punggungnya...
aku mengingat kembali...
mengingat bahwa ternyata dirinya bukan seseorang yang harus aku ingat segala sesuatu tentangnya...